Sorry guys.. sebelumnya gue pernah nge-post cerita gue yang satu ini. Tapi waktu gue on lewat HP malah ke hapus.. wkwk --"
Haii semua temen-temen yang sedang stay di blog guee...
Disini, gue mau cerita beberapa kejadian yang tak bisa gue lupakan untuk selama-lamalamalamalamalama nyaaaa....... sorry kalau di blog ini gue bercerita dengan kata-kata yang terlalu alay disni gue hanya ingin membuat kata-katanya tidak terlalu formal. Sehingga yang baca kagak bosan. Oke, hal ini sebenarnya sesuai dengan sikap gue yang terlalu alay di depan temen-temen gue. Tapi kalau gue di depan orang yang gak gue kenal, lo semua tau apa yang gue lakukan??? Gue menjadi orang yang paling diam diantara batuan karang di laut. *(loh –“. Oke nuning.. stop yah.. buat kata-kata sambutan lo yang paling alay.. --“) . Gue ingin mengekspresikan apa yang ada di dalam hati gue melalui sebuah tulisan yang indah.. hehe
Oke.. firstly, gue ingin bercerita tentang pengalaman gue mengikuti perlombaan yang sebelumnya belum pernah gue ikutin. Lo tau apakah lomba yang gue ikuti?? Yakk betul... yaitu speech contest. Lomba itu dilaksanakan ketika DN (Dies Natalies) di sekolah gue. Tepatnya tanggal 14 November 2013. Waahh..... gue menganggap, hari itu adalah hari yang paling mendebarkan dalam diri gue. Gue mulai demam panggung dan kepala gue mules di lanjutkan dengan perut gue yang mulai pusing. *(apaan sih) --“
Ketika itu jarum jam mulai menunjukkan pukul 07.15. gue dan semua peserta speech contest mulai berkumpul di kelas akselerasi. Ketika itu gue adalah anak pertama yang mengisi daftar hadir, karena yang lainnya belum pada dateng sih.. :D *(gue termasuk anak yang paling rajin yak...) *(ierr). Oke, ketika itu panitia bilang kalau lomba akan dilaksanakan pukul 07.30 tepat. Gue dan temen-temen gue mulai memasuki ruangan. Ketika di dalam ruangan perasaan nervous gue mulai datang bergiliran.. haduhh rasanya jantung guee,, berdebar-debar woyy.. Di kelas sepi banget, sampai ada suara jangkriknya loh, krik...krik..krik.. Dan akhirnya lama kelamaan, penyakit ngantuk gue mulai berdatangan. Rasanya gue ingin merebahkan tubuh gue di atas kasur yang empuk buat tidur. –“ oke, setelah itu peserta banyak yang berdatangan, dan panitia memberitahu bahwa lomba akan dimulai jam 08.00 . *(betapa lamanya gue nunggu di ruangan itu.. OMG !!!)
Biar gak nervous, panitia pun memutarkan film supaya peserta lebih sedikit santai. Dan lo tau apa film yang diputar ketika gue nunggu giliran buat pidato?? Lo tau gak??? Film itu berjudul.... The Conjuring meeennn... lo tau betapa hati gue berdebar-debar seakan-akan mau lepas dari dalam tubuh gue. Gue ketakutan bukan main ketika gue membaca judul film nya woyy. *(mulai alay)
Dan akhirnya panitia mengganti film nya, karena banyak peserta yang ketakutan. Dan akhirnya film nya diganti jadi film kartun yang sangat lucu. But, gue rada lupa judul filmnya. *(pikun sih)
Ketika itu panitia memanggil nomor urut 1-4. Dan ketika itu gue mendapat urutan ke 7 buat berpidato. Beberapa menit kemudian panitia mulai memanggil peserta dengan nomor urut 5-8. Diantara nomor urut itu salah satunya adalah gue brohhh.. Jantung gue mulai heboh sampai jingkrak-jingkrakan woy.. akhirnya gue memasuki ruangan yang berisi 4 orang peserta disertai 3 dewan juri. Ketika itu, gue melihat temen gue yang bernomor urut 5, dia berpidato dengan suara yang tersendat-sendat. Dan kelihatannya dia mulai nervous bingit dehh. Selanjutnya temen gue yang bernomor urut 6, dia berpidato dengan suara yang lantang dan bagus sekali. Ketika itu gue udah menyuruh diri gue sendiri buat kagak demam panggung, percaya diri, dan berpidato dengan suara yang lantang dan memiliki ekspresi yang sesuai dengan kalimat yang gue bacakan. Ketika gue maju, awalnya bagus lah, gue gak nervous-nervous amat. Ketika gue mulai berpidato tentang inti pidato gue, gue mulai nervous dan blank. Gue gak tau mau bilang apa. Gue lupa beberapa kalimat yang akan gue katakan. Seakan-akan semua hafalan yang udah gue persiapkan selama 2 minggu lebih hilang. Dan lo tau apa yang gue katakan kepada dewan juri ketika gue lupa kalimat yang akan gue katakan.??? Lo tau gak?? Oke, gue berkata “SORRY MISS” betapa hati gue luluh lantah yang rasanya seperti udah KIAMAT brohhh. OMG. Gue gak tau harus berkata-kata dan berekspresi seperti apa lagi. Keinginan gue untuk menang sudah sirna ditelan paus di laut. Untungnya di akhir-akhir dari pidato gue, gue sedikit lancar. Tapi, gue nyesel banget. Gue gak bisa membuat nama kelas gue menjadi tersohor. Gue udah pasrah. Gue mau nangis. Gue gak tau mau mikir apalagi. Ketika didepan dewan juri, rasanya, nyawa gue seperti diangkat oleh sosok malaikat. *(huuusss)
Dan akhirnya gue duduk kembali di kursi. Gue pun menyaksikan penampilan dari temen gue yang bernomor urut 8. Haduuhhh..... Dia nervousnya lebih parah dari gue. Ketika di mengawali pidato dengan pembukaan yang seperti ini, “ Assalamu’alaikum Wr. Wb. “ . Dia langsung tidak mengeluarkan satu kata apapun. Dia blank dan hafalan nya hilang seketika itu juga. Dia bener-bener diam. Dia lupa akan semua kalimat yang akan dia ucapkan. OMG. Menurut gue, itu adalah KIAMAT. *(sorry friends)
Seketika itu juga gue sms salah satu temen sekelas gue, gue bilang, “sorry, gue gak bisa buat bangga nama kelas kita, gue juga gak tau apa yang ada difikiran gue ketika gue berpidato tadi. Padahal ketika gue latihan di rumah lancar banget. Tapi, ketika gue mulai tampil, gue blank dan nervous abiss. Sorry friends”. Setelah gue selesai berpidato. Gue keluar ruangan dan langsung menuju ke kelas gue untuk mengambil tas gue yang ketinggalan di dalam. Setelah itu gue langsung menuju ke stand dan temen gue membalas sms gue secara langsung dengan berkata, “ gak papa ning, lagi pula kamu udah usaha. Tapi peserta yang lainnya apa juga nervous seperti kamu?”. Gue jawab, “Kalau peserta yang sama gilirannya dengan gue ada yang nervous. Bahkan nervousnya lebih parah dari gue. Tapi kalau peserta yang lainnya gue kagak tau.” Temen gue pun berkata, “ oke, ga papa ning. Lagi pula lo kan baru pertama kali ikutan speech contest. Tetap semangat.”
Ketika itu, hati gue yang berasa kayak hujan badai, langsung agak mereda, karena temen gue yang masih memberi dukungan buat gue.
Oke friends. Sampai disini dulu ya cerita gue tentang pengalaman saat mengikuti speech contest. Sorry kalau lo yang baca kagak suka sama bahasa gue yang terlalu alay dan fullgar. Disini gue Cuma ingin meluangkan perasaan yang ada di hati gue. Dibanding gue harus memendam perasaan di dalam hati gue sampai menumpuk seperti gunung es di kutub utara. Lebih baik gue luangkan isi dari hati gue ke blog ini.
Oke, thanks for your attention.
And the last I say,... see you bye-bye...... :D
Nantikan cerita-cerita gue berikutnya yahhh :D
Selasa, 15 Oktober 2013
The Nervous Day
Sorry guys.. sebelumnya gue pernah nge-post cerita gue yang satu ini. Tapi waktu gue on lewat HP malah ke hapus.. wkwk --"
Haii semua temen-temen yang sedang stay di blog guee...
Disini, gue mau cerita beberapa kejadian yang tak bisa gue lupakan untuk selama-lamalamalamalamalama nyaaaa....... sorry kalau di blog ini gue bercerita dengan kata-kata yang terlalu alay disni gue hanya ingin membuat kata-katanya tidak terlalu formal. Sehingga yang baca kagak bosan. Oke, hal ini sebenarnya sesuai dengan sikap gue yang terlalu alay di depan temen-temen gue. Tapi kalau gue di depan orang yang gak gue kenal, lo semua tau apa yang gue lakukan??? Gue menjadi orang yang paling diam diantara batuan karang di laut. *(loh –“. Oke nuning.. stop yah.. buat kata-kata sambutan lo yang paling alay.. --“) . Gue ingin mengekspresikan apa yang ada di dalam hati gue melalui sebuah tulisan yang indah.. hehe
Oke.. firstly, gue ingin bercerita tentang pengalaman gue mengikuti perlombaan yang sebelumnya belum pernah gue ikutin. Lo tau apakah lomba yang gue ikuti?? Yakk betul... yaitu speech contest. Lomba itu dilaksanakan ketika DN (Dies Natalies) di sekolah gue. Tepatnya tanggal 14 November 2013. Waahh..... gue menganggap, hari itu adalah hari yang paling mendebarkan dalam diri gue. Gue mulai demam panggung dan kepala gue mules di lanjutkan dengan perut gue yang mulai pusing. *(apaan sih) --“
Ketika itu jarum jam mulai menunjukkan pukul 07.15. gue dan semua peserta speech contest mulai berkumpul di kelas akselerasi. Ketika itu gue adalah anak pertama yang mengisi daftar hadir, karena yang lainnya belum pada dateng sih.. :D *(gue termasuk anak yang paling rajin yak...) *(ierr). Oke, ketika itu panitia bilang kalau lomba akan dilaksanakan pukul 07.30 tepat. Gue dan temen-temen gue mulai memasuki ruangan. Ketika di dalam ruangan perasaan nervous gue mulai datang bergiliran.. haduhh rasanya jantung guee,, berdebar-debar woyy.. Di kelas sepi banget, sampai ada suara jangkriknya loh, krik...krik..krik.. Dan akhirnya lama kelamaan, penyakit ngantuk gue mulai berdatangan. Rasanya gue ingin merebahkan tubuh gue di atas kasur yang empuk buat tidur. –“ oke, setelah itu peserta banyak yang berdatangan, dan panitia memberitahu bahwa lomba akan dimulai jam 08.00 . *(betapa lamanya gue nunggu di ruangan itu.. OMG !!!)
Biar gak nervous, panitia pun memutarkan film supaya peserta lebih sedikit santai. Dan lo tau apa film yang diputar ketika gue nunggu giliran buat pidato?? Lo tau gak??? Film itu berjudul.... The Conjuring meeennn... lo tau betapa hati gue berdebar-debar seakan-akan mau lepas dari dalam tubuh gue. Gue ketakutan bukan main ketika gue membaca judul film nya woyy. *(mulai alay)
Dan akhirnya panitia mengganti film nya, karena banyak peserta yang ketakutan. Dan akhirnya film nya diganti jadi film kartun yang sangat lucu. But, gue rada lupa judul filmnya. *(pikun sih)
Ketika itu panitia memanggil nomor urut 1-4. Dan ketika itu gue mendapat urutan ke 7 buat berpidato. Beberapa menit kemudian panitia mulai memanggil peserta dengan nomor urut 5-8. Diantara nomor urut itu salah satunya adalah gue brohhh.. Jantung gue mulai heboh sampai jingkrak-jingkrakan woy.. akhirnya gue memasuki ruangan yang berisi 4 orang peserta disertai 3 dewan juri. Ketika itu, gue melihat temen gue yang bernomor urut 5, dia berpidato dengan suara yang tersendat-sendat. Dan kelihatannya dia mulai nervous bingit dehh. Selanjutnya temen gue yang bernomor urut 6, dia berpidato dengan suara yang lantang dan bagus sekali. Ketika itu gue udah menyuruh diri gue sendiri buat kagak demam panggung, percaya diri, dan berpidato dengan suara yang lantang dan memiliki ekspresi yang sesuai dengan kalimat yang gue bacakan. Ketika gue maju, awalnya bagus lah, gue gak nervous-nervous amat. Ketika gue mulai berpidato tentang inti pidato gue, gue mulai nervous dan blank. Gue gak tau mau bilang apa. Gue lupa beberapa kalimat yang akan gue katakan. Seakan-akan semua hafalan yang udah gue persiapkan selama 2 minggu lebih hilang. Dan lo tau apa yang gue katakan kepada dewan juri ketika gue lupa kalimat yang akan gue katakan.??? Lo tau gak?? Oke, gue berkata “SORRY MISS” betapa hati gue luluh lantah yang rasanya seperti udah KIAMAT brohhh. OMG. Gue gak tau harus berkata-kata dan berekspresi seperti apa lagi. Keinginan gue untuk menang sudah sirna ditelan paus di laut. Untungnya di akhir-akhir dari pidato gue, gue sedikit lancar. Tapi, gue nyesel banget. Gue gak bisa membuat nama kelas gue menjadi tersohor. Gue udah pasrah. Gue mau nangis. Gue gak tau mau mikir apalagi. Ketika didepan dewan juri, rasanya, nyawa gue seperti diangkat oleh sosok malaikat. *(huuusss)
Dan akhirnya gue duduk kembali di kursi. Gue pun menyaksikan penampilan dari temen gue yang bernomor urut 8. Haduuhhh..... Dia nervousnya lebih parah dari gue. Ketika di mengawali pidato dengan pembukaan yang seperti ini, “ Assalamu’alaikum Wr. Wb. “ . Dia langsung tidak mengeluarkan satu kata apapun. Dia blank dan hafalan nya hilang seketika itu juga. Dia bener-bener diam. Dia lupa akan semua kalimat yang akan dia ucapkan. OMG. Menurut gue, itu adalah KIAMAT. *(sorry friends)
Seketika itu juga gue sms salah satu temen sekelas gue, gue bilang, “sorry, gue gak bisa buat bangga nama kelas kita, gue juga gak tau apa yang ada difikiran gue ketika gue berpidato tadi. Padahal ketika gue latihan di rumah lancar banget. Tapi, ketika gue mulai tampil, gue blank dan nervous abiss. Sorry friends”. Setelah gue selesai berpidato. Gue keluar ruangan dan langsung menuju ke kelas gue untuk mengambil tas gue yang ketinggalan di dalam. Setelah itu gue langsung menuju ke stand dan temen gue membalas sms gue secara langsung dengan berkata, “ gak papa ning, lagi pula kamu udah usaha. Tapi peserta yang lainnya apa juga nervous seperti kamu?”. Gue jawab, “Kalau peserta yang sama gilirannya dengan gue ada yang nervous. Bahkan nervousnya lebih parah dari gue. Tapi kalau peserta yang lainnya gue kagak tau.” Temen gue pun berkata, “ oke, ga papa ning. Lagi pula lo kan baru pertama kali ikutan speech contest. Tetap semangat.”
Ketika itu, hati gue yang berasa kayak hujan badai, langsung agak mereda, karena temen gue yang masih memberi dukungan buat gue.
Oke friends. Sampai disini dulu ya cerita gue tentang pengalaman saat mengikuti speech contest. Sorry kalau lo yang baca kagak suka sama bahasa gue yang terlalu alay dan fullgar. Disini gue Cuma ingin meluangkan perasaan yang ada di hati gue. Dibanding gue harus memendam perasaan di dalam hati gue sampai menumpuk seperti gunung es di kutub utara. Lebih baik gue luangkan isi dari hati gue ke blog ini.
Oke, thanks for your attention.
And the last I say,... see you bye-bye...... :D
Nantikan cerita-cerita gue berikutnya yahhh :D
Minggu, 08 September 2013
•_• Ditilang Polisi •_•
hello hai..hai.. sahabat blogger.... :D
disini gue mau nge-post sebuah cerita yang menurut gue berkesan banget, tapi gue ga tau, lo semua anggap cerita gue ini berkesan atau tidak.. Ok.. gue ga mau basa-basi lagi.. langsung aja gue ceritain pengalaman gue ini ke lo.. lo.. pade..
check this out...
.
.
Ketika itu adalah hari selasa, tepatnya tanggal 3 Desember 2013, dimana gue sedang sibuk-sibuknya ngejalanin UAS 1 di sekolah gue. Kalian tau apa yang di maksud dengan UAS 1. Ok .. kalau kalian tidak tau apa yang dimaksud dengan UAS 1, gue jelasin sedikit yah.. UAS 1 adalah kependekan dari Ulangan Semester 1, dimana ujian ini akan dirasakan oleh seluruh pelajar yang ada di seluruh Indonesia. Eits, tapi ini bukan ujian kenaikan kelas loh. Tanpa gue jelasin panjang lebar, pasti kalian semua tau lah sama apa yang dimaksud dengan UAS 1. oke. segini aja ya penjelasan gue tentang UAS 1.
Sebelum gue berangkat ke sekolah, gue ingin berangkat barengan sama temen gue. Temen gue ini namanya Resti. Sebelum nya gue sms dia, tapi lamaa banget balesnya. Akhirnya gue chat dia lewat akun facebook gue. Ketika itu dia on *(untung aja). Tapi, berhubung sinyal di handphone gue kagak bersahabat, akhirnya lemot.Ketika itu, pesan gue kagak kekirim-kirim dan akhirnya dia pun off. *(kacian). Tak lama kemudian dia pun bales sms dan chat gue. Akhirnya kita berdua berangkat barengan. Tapi, sebelum gue menghampiri dia, gue nyempetin diri ke fotocopy an buat jilid tugas SBD yang super tebel itu. Cukup, → kembali ke UAS 1.
Nah, ketika itu hari pertama gue ngerjakan soal UAS 1. Nah, gue dan temen-temen yang kelas 10 itu masuk siang, tepatnya jam 10.00. Pada saat itu mata pelajaran yang diujikan adalah sosiologi dan bahasa Indonesia. Okelah, hari pertama gue sukses mengerjakan sendiri tanpa mencontek. Tapi yang gue herankan, temen gue malah marah-marah ke gue, karena gue ga ngejawab pertanyaan yang ga dia bisa. Kalau boleh jujur, gue malah ga tau kalau dia nanya ke gue. Sorry lah, kalau gue sedang konsentrasi, gue ga bakal nyaut (ngrespon) orang yang tanya ke gue.
oke, ketika itu waktu sudah menunjukkan pukul 12.45. Saatnya gue pulang buat belajar bahan ujian yang akan diujikan keesokan harinya. Sebelum gue pulang, biasalah gue sama temen-temen gue ngerumpi dulu. hehe *(kebiasaan anak cewek). Setelah itu gue dan temen-temen gue pergi ke parkiran buat ambil motor dan langsung cap cus buat pulang ke rumah masing-masing. Nah, tak disangka-sangka, di jalan yang biasanya gue lewati ada tilangan polisi. Awalnya gue mengira kalau polisi dipinggir jalan itu sedang mengatur lalu lintas aja, ternyata polisi disana sedang ngadain patroli tilangan. Seketika itu juga ada seorang polisi yang menyuruh gue buat berhenti. Gue sih ga takut kalau ditilang sama polisi. Soalnya bapak gue pernah bilang, kalau nanti gue kena tilangan polisi, motornya kasihin aja ke polisinya dan gue langsung telpon bapak gue . Nah, gue kira gue ajah satu-satu nya pelajar yang kena tilang, soalnya masih sepi banget. Dan ternyata di ujung sana udah banyak orang-orang yang ngantri buat ngambil surat tilangan. Dan yang paling lucu nih, ternyata ada temen satu kelas dan satu sekolah gue yang kena tilangan juga . Ketika itu disana ada temen gue sekelas yang ngantri buat ngambil surat tilangan. Diantaranya : Yayuk, Fe, dan Nelly. Sontak ketika itu juga, gue ketawa. Kok bisa gitu, kita bareng-bareng kena tilangan. Tak lama kemudian, temen-temen gue yang sekelas datang, yaitu shinta, Fadhilla, Iin,.. Gue tambah ngakak, ini tuh sama aja ketilang barengan anak sekelas. Tak lama kemudian, ada satu temen gue datang lagi yaitu Jovi. Akhirnya kita semua ngantri buat ambil surat tilang. *(ini ngantri surat tilang apa ngantri sembako, bnyak amat- -").
Disela-sela itu aku langsung telpon bapakku. Seorang polisi pun bekata, kalau motornya tidak boleh dibawa pulang. Sontak temen-temen gue langsung pinjam hp gue buat telpon orang tua mereka. Nah, disitu gue dan temen-temen kebingungan bukan main. Saking banyaknya pelajar yang kena tilang, akhirnya polisi pun berkata, kalau motornya boleh dibawa pulang.*(alhamdulillah). Dan setelah itu ada 3 wartawan yang memaksa gue, Yayuk, dan Nelly buat wawancara salah satu stasiun TV. Awalnya kita bertiga mau diwawancarai. Pas wartawannya nyodongin kameranya, sontak yayuk langsung berkata, "Pak, kita ga jadi di wawancara." wartawan jawab, "Kenapa dek? Kita ga akan kasih tau asal sekolah kalian kok." Yayuk pun menjawab, "nggak ah pak, masa kita masuk TV karena ditilang polisi." Lalu gue & Nelly ketawa. Karena alasan yayuk yang lucu. Wartawan pun memaksa kami bertiga. Gue pun tetep menolaknya dan akhirnya yang diwawancarai temen gue yang bernama fe. Dia langsung disodori 3 kamera sekaligus. Kelihatan banget kalau muka dia gugup dan takut kalau dia bakalan salah ngomong. Kasian banget, mukanya kelihatan melas *(peace fe._.Y)
Tak lama kemudian, bapak gue dateng dan langsung berbicara dengan salah satu polisinya. Dan ternyata polisi itu temen bapak gue sendiri. Polisi itu pun berkata, "Kalau saya tau ini anak bapak, pasti tidak akan saya tilang pak, tapi sudah terlanjur saya beri surat tilang, jadi tidak bisa dicabut lagi." Terus gue pun langsung nyaut buat ngomong, "Lhoh pak, padahal di STNK nya tadi ada nama bapak saya dan fotonya yang lumayan besar loh.. masa bapak tidak melihatnya?". Polisi pun menjawab, "Maaf dek, kan banyak yang kena tilang, jadi saya tidak melihatnya." Bapak gue pun berkata, "Ya udah ga papa, oke pak terima kasih." . Gue pun langsung pulang bersama bapak gue. Tapi, gue berinisiatif buat ambil jilidan tugas gue di fotocopy an. Akhirnya gue sama bapak gue pulang nya berbeda jalur. Sebelum sampai di depan fotocopy an, sekitar 7 meteran lah. Gue ngeliat ada segerombolan polisi yang mengadakan patroli tilangan. Kok ya apes & sial banget gue. Pas banget tilangan itu ada di depan fotocopy an tempat gue jilid. Untung aja di deket fotocopy an itu ada gang, akhirnya gue belok ke gang itu untuk menyelamatkan diri. *(masa iya gue ditilang 2 kali sekaligus dalam waktu 1 hari-.-). Setelah itu gue pulang deh. Saat gue sampai di rumah, bapak gue langsung bilang, bahwa tilangan hari ini dikhususkan buat pelajar yang belum memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) dan dilaksanakan selama 14 hari kedepan. Ini tidak terjadi di Kediri saja. Tetapi di seluruh Indonesia. Itu lah kata bapakku tadi. Tapi bapak gue seneng kalau gue kena tilang, karena gue udah ngelanggar peraturan lalu lintas selama 1 tahun belakangan ini. Gue soalnya masih belum punya SIM. Tapi tahun depan gue udah punya kok karena umur gue sudah mencukupi untuk memiliki SIM yaitu 17 tahun.
.
Emmmm... Yaudah, sampai disini dulu ya cerita gue. Tangan gue udah capek ngetiknya nih. hehe...
.
And the last I say, see you bye bye.. :D
Minggu, 01 September 2013
Introduce Myself

Haii.... Perkenalkan nama saya Nuning Tanisha Inez. Biasanya orang tua, teman-teman, serta saudara saya memanggil dengan sebutan Nuning. Ok.. Di blog yang lumayan lama sudah saya buat, sorry kalau gue baru nge-post tentang data diri gue. Em.... sorry friends.. kalau di blog ini gue menggunakan bahasa campuran. hehe.. Kalau menurut gue, ketika kita menggunakan bahasa yang terlalu formal, kesannya terlalu serius ketika ada orang yang membacanya. Jadi kelihatannya akan menjadi horor. So... disini gue mau bercerita tentang riwayat pendidikan gue. Gue adalah alumni RA. Al-Irsyad Al-Islamiyyah KOTA KEDIRI, SDN Burengan 2 KOTA KEDIRI, MTsN KEDIRI 2, dan sekarang gue bersekolah di SMAN 7 KOTA KEDIRI. ok friends.... Setelah gue menceritakan riwayat pendidikan gue. Gue bakalan cerita tentang sifat yang ada pada diri gue. *(kesannya membuka aib sendiri). Ok, kalau boleh jujur. Gue tuh orangnya seru, alay, dan paling ramai diantara yang lainnya. Tapi... ada tapinya nih pemirsa.... Gue, kalau di depan umum atau di depan orang-orang yang belum gue kenal, gue tuh orangnya paling pendiem, kudet, dll. Gue orangnya kurang bisa mudah bergaul dengan orang yang baru gue kenal. Apalagi kalau sama anak laki-laki... Hadduhh... pasti lama banget tuh..
Ok.. setelah gue membuka aib gue sendiri. *(gue bingung mau cerita apa lagi. Belon ada pelangi nih) --"
Ya udah, sampai disini dulu yah cerita tentang data diri gue.
.
.
.
.
.
.
And the last I say... see you bye-bye....`:D
Langganan:
Postingan (Atom)