Sorry guys.. sebelumnya gue pernah nge-post cerita gue yang satu ini. Tapi waktu gue on lewat HP malah ke hapus.. wkwk --"
Haii semua temen-temen yang sedang stay di blog guee...
Disini, gue mau cerita beberapa kejadian yang tak bisa gue lupakan untuk selama-lamalamalamalamalama nyaaaa....... sorry kalau di blog ini gue bercerita dengan kata-kata yang terlalu alay disni gue hanya ingin membuat kata-katanya tidak terlalu formal. Sehingga yang baca kagak bosan. Oke, hal ini sebenarnya sesuai dengan sikap gue yang terlalu alay di depan temen-temen gue. Tapi kalau gue di depan orang yang gak gue kenal, lo semua tau apa yang gue lakukan??? Gue menjadi orang yang paling diam diantara batuan karang di laut. *(loh –“. Oke nuning.. stop yah.. buat kata-kata sambutan lo yang paling alay.. --“) . Gue ingin mengekspresikan apa yang ada di dalam hati gue melalui sebuah tulisan yang indah.. hehe
Oke.. firstly, gue ingin bercerita tentang pengalaman gue mengikuti perlombaan yang sebelumnya belum pernah gue ikutin. Lo tau apakah lomba yang gue ikuti?? Yakk betul... yaitu speech contest. Lomba itu dilaksanakan ketika DN (Dies Natalies) di sekolah gue. Tepatnya tanggal 14 November 2013. Waahh..... gue menganggap, hari itu adalah hari yang paling mendebarkan dalam diri gue. Gue mulai demam panggung dan kepala gue mules di lanjutkan dengan perut gue yang mulai pusing. *(apaan sih) --“
Ketika itu jarum jam mulai menunjukkan pukul 07.15. gue dan semua peserta speech contest mulai berkumpul di kelas akselerasi. Ketika itu gue adalah anak pertama yang mengisi daftar hadir, karena yang lainnya belum pada dateng sih.. :D *(gue termasuk anak yang paling rajin yak...) *(ierr). Oke, ketika itu panitia bilang kalau lomba akan dilaksanakan pukul 07.30 tepat. Gue dan temen-temen gue mulai memasuki ruangan. Ketika di dalam ruangan perasaan nervous gue mulai datang bergiliran.. haduhh rasanya jantung guee,, berdebar-debar woyy.. Di kelas sepi banget, sampai ada suara jangkriknya loh, krik...krik..krik.. Dan akhirnya lama kelamaan, penyakit ngantuk gue mulai berdatangan. Rasanya gue ingin merebahkan tubuh gue di atas kasur yang empuk buat tidur. –“ oke, setelah itu peserta banyak yang berdatangan, dan panitia memberitahu bahwa lomba akan dimulai jam 08.00 . *(betapa lamanya gue nunggu di ruangan itu.. OMG !!!)
Biar gak nervous, panitia pun memutarkan film supaya peserta lebih sedikit santai. Dan lo tau apa film yang diputar ketika gue nunggu giliran buat pidato?? Lo tau gak??? Film itu berjudul.... The Conjuring meeennn... lo tau betapa hati gue berdebar-debar seakan-akan mau lepas dari dalam tubuh gue. Gue ketakutan bukan main ketika gue membaca judul film nya woyy. *(mulai alay)
Dan akhirnya panitia mengganti film nya, karena banyak peserta yang ketakutan. Dan akhirnya film nya diganti jadi film kartun yang sangat lucu. But, gue rada lupa judul filmnya. *(pikun sih)
Ketika itu panitia memanggil nomor urut 1-4. Dan ketika itu gue mendapat urutan ke 7 buat berpidato. Beberapa menit kemudian panitia mulai memanggil peserta dengan nomor urut 5-8. Diantara nomor urut itu salah satunya adalah gue brohhh.. Jantung gue mulai heboh sampai jingkrak-jingkrakan woy.. akhirnya gue memasuki ruangan yang berisi 4 orang peserta disertai 3 dewan juri. Ketika itu, gue melihat temen gue yang bernomor urut 5, dia berpidato dengan suara yang tersendat-sendat. Dan kelihatannya dia mulai nervous bingit dehh. Selanjutnya temen gue yang bernomor urut 6, dia berpidato dengan suara yang lantang dan bagus sekali. Ketika itu gue udah menyuruh diri gue sendiri buat kagak demam panggung, percaya diri, dan berpidato dengan suara yang lantang dan memiliki ekspresi yang sesuai dengan kalimat yang gue bacakan. Ketika gue maju, awalnya bagus lah, gue gak nervous-nervous amat. Ketika gue mulai berpidato tentang inti pidato gue, gue mulai nervous dan blank. Gue gak tau mau bilang apa. Gue lupa beberapa kalimat yang akan gue katakan. Seakan-akan semua hafalan yang udah gue persiapkan selama 2 minggu lebih hilang. Dan lo tau apa yang gue katakan kepada dewan juri ketika gue lupa kalimat yang akan gue katakan.??? Lo tau gak?? Oke, gue berkata “SORRY MISS” betapa hati gue luluh lantah yang rasanya seperti udah KIAMAT brohhh. OMG. Gue gak tau harus berkata-kata dan berekspresi seperti apa lagi. Keinginan gue untuk menang sudah sirna ditelan paus di laut. Untungnya di akhir-akhir dari pidato gue, gue sedikit lancar. Tapi, gue nyesel banget. Gue gak bisa membuat nama kelas gue menjadi tersohor. Gue udah pasrah. Gue mau nangis. Gue gak tau mau mikir apalagi. Ketika didepan dewan juri, rasanya, nyawa gue seperti diangkat oleh sosok malaikat. *(huuusss)
Dan akhirnya gue duduk kembali di kursi. Gue pun menyaksikan penampilan dari temen gue yang bernomor urut 8. Haduuhhh..... Dia nervousnya lebih parah dari gue. Ketika di mengawali pidato dengan pembukaan yang seperti ini, “ Assalamu’alaikum Wr. Wb. “ . Dia langsung tidak mengeluarkan satu kata apapun. Dia blank dan hafalan nya hilang seketika itu juga. Dia bener-bener diam. Dia lupa akan semua kalimat yang akan dia ucapkan. OMG. Menurut gue, itu adalah KIAMAT. *(sorry friends)
Seketika itu juga gue sms salah satu temen sekelas gue, gue bilang, “sorry, gue gak bisa buat bangga nama kelas kita, gue juga gak tau apa yang ada difikiran gue ketika gue berpidato tadi. Padahal ketika gue latihan di rumah lancar banget. Tapi, ketika gue mulai tampil, gue blank dan nervous abiss. Sorry friends”. Setelah gue selesai berpidato. Gue keluar ruangan dan langsung menuju ke kelas gue untuk mengambil tas gue yang ketinggalan di dalam. Setelah itu gue langsung menuju ke stand dan temen gue membalas sms gue secara langsung dengan berkata, “ gak papa ning, lagi pula kamu udah usaha. Tapi peserta yang lainnya apa juga nervous seperti kamu?”. Gue jawab, “Kalau peserta yang sama gilirannya dengan gue ada yang nervous. Bahkan nervousnya lebih parah dari gue. Tapi kalau peserta yang lainnya gue kagak tau.” Temen gue pun berkata, “ oke, ga papa ning. Lagi pula lo kan baru pertama kali ikutan speech contest. Tetap semangat.”
Ketika itu, hati gue yang berasa kayak hujan badai, langsung agak mereda, karena temen gue yang masih memberi dukungan buat gue.
Oke friends. Sampai disini dulu ya cerita gue tentang pengalaman saat mengikuti speech contest. Sorry kalau lo yang baca kagak suka sama bahasa gue yang terlalu alay dan fullgar. Disini gue Cuma ingin meluangkan perasaan yang ada di hati gue. Dibanding gue harus memendam perasaan di dalam hati gue sampai menumpuk seperti gunung es di kutub utara. Lebih baik gue luangkan isi dari hati gue ke blog ini.
Oke, thanks for your attention.
And the last I say,... see you bye-bye...... :D
Nantikan cerita-cerita gue berikutnya yahhh :D
Selasa, 15 Oktober 2013
The Nervous Day
Sorry guys.. sebelumnya gue pernah nge-post cerita gue yang satu ini. Tapi waktu gue on lewat HP malah ke hapus.. wkwk --"
Haii semua temen-temen yang sedang stay di blog guee...
Disini, gue mau cerita beberapa kejadian yang tak bisa gue lupakan untuk selama-lamalamalamalamalama nyaaaa....... sorry kalau di blog ini gue bercerita dengan kata-kata yang terlalu alay disni gue hanya ingin membuat kata-katanya tidak terlalu formal. Sehingga yang baca kagak bosan. Oke, hal ini sebenarnya sesuai dengan sikap gue yang terlalu alay di depan temen-temen gue. Tapi kalau gue di depan orang yang gak gue kenal, lo semua tau apa yang gue lakukan??? Gue menjadi orang yang paling diam diantara batuan karang di laut. *(loh –“. Oke nuning.. stop yah.. buat kata-kata sambutan lo yang paling alay.. --“) . Gue ingin mengekspresikan apa yang ada di dalam hati gue melalui sebuah tulisan yang indah.. hehe
Oke.. firstly, gue ingin bercerita tentang pengalaman gue mengikuti perlombaan yang sebelumnya belum pernah gue ikutin. Lo tau apakah lomba yang gue ikuti?? Yakk betul... yaitu speech contest. Lomba itu dilaksanakan ketika DN (Dies Natalies) di sekolah gue. Tepatnya tanggal 14 November 2013. Waahh..... gue menganggap, hari itu adalah hari yang paling mendebarkan dalam diri gue. Gue mulai demam panggung dan kepala gue mules di lanjutkan dengan perut gue yang mulai pusing. *(apaan sih) --“
Ketika itu jarum jam mulai menunjukkan pukul 07.15. gue dan semua peserta speech contest mulai berkumpul di kelas akselerasi. Ketika itu gue adalah anak pertama yang mengisi daftar hadir, karena yang lainnya belum pada dateng sih.. :D *(gue termasuk anak yang paling rajin yak...) *(ierr). Oke, ketika itu panitia bilang kalau lomba akan dilaksanakan pukul 07.30 tepat. Gue dan temen-temen gue mulai memasuki ruangan. Ketika di dalam ruangan perasaan nervous gue mulai datang bergiliran.. haduhh rasanya jantung guee,, berdebar-debar woyy.. Di kelas sepi banget, sampai ada suara jangkriknya loh, krik...krik..krik.. Dan akhirnya lama kelamaan, penyakit ngantuk gue mulai berdatangan. Rasanya gue ingin merebahkan tubuh gue di atas kasur yang empuk buat tidur. –“ oke, setelah itu peserta banyak yang berdatangan, dan panitia memberitahu bahwa lomba akan dimulai jam 08.00 . *(betapa lamanya gue nunggu di ruangan itu.. OMG !!!)
Biar gak nervous, panitia pun memutarkan film supaya peserta lebih sedikit santai. Dan lo tau apa film yang diputar ketika gue nunggu giliran buat pidato?? Lo tau gak??? Film itu berjudul.... The Conjuring meeennn... lo tau betapa hati gue berdebar-debar seakan-akan mau lepas dari dalam tubuh gue. Gue ketakutan bukan main ketika gue membaca judul film nya woyy. *(mulai alay)
Dan akhirnya panitia mengganti film nya, karena banyak peserta yang ketakutan. Dan akhirnya film nya diganti jadi film kartun yang sangat lucu. But, gue rada lupa judul filmnya. *(pikun sih)
Ketika itu panitia memanggil nomor urut 1-4. Dan ketika itu gue mendapat urutan ke 7 buat berpidato. Beberapa menit kemudian panitia mulai memanggil peserta dengan nomor urut 5-8. Diantara nomor urut itu salah satunya adalah gue brohhh.. Jantung gue mulai heboh sampai jingkrak-jingkrakan woy.. akhirnya gue memasuki ruangan yang berisi 4 orang peserta disertai 3 dewan juri. Ketika itu, gue melihat temen gue yang bernomor urut 5, dia berpidato dengan suara yang tersendat-sendat. Dan kelihatannya dia mulai nervous bingit dehh. Selanjutnya temen gue yang bernomor urut 6, dia berpidato dengan suara yang lantang dan bagus sekali. Ketika itu gue udah menyuruh diri gue sendiri buat kagak demam panggung, percaya diri, dan berpidato dengan suara yang lantang dan memiliki ekspresi yang sesuai dengan kalimat yang gue bacakan. Ketika gue maju, awalnya bagus lah, gue gak nervous-nervous amat. Ketika gue mulai berpidato tentang inti pidato gue, gue mulai nervous dan blank. Gue gak tau mau bilang apa. Gue lupa beberapa kalimat yang akan gue katakan. Seakan-akan semua hafalan yang udah gue persiapkan selama 2 minggu lebih hilang. Dan lo tau apa yang gue katakan kepada dewan juri ketika gue lupa kalimat yang akan gue katakan.??? Lo tau gak?? Oke, gue berkata “SORRY MISS” betapa hati gue luluh lantah yang rasanya seperti udah KIAMAT brohhh. OMG. Gue gak tau harus berkata-kata dan berekspresi seperti apa lagi. Keinginan gue untuk menang sudah sirna ditelan paus di laut. Untungnya di akhir-akhir dari pidato gue, gue sedikit lancar. Tapi, gue nyesel banget. Gue gak bisa membuat nama kelas gue menjadi tersohor. Gue udah pasrah. Gue mau nangis. Gue gak tau mau mikir apalagi. Ketika didepan dewan juri, rasanya, nyawa gue seperti diangkat oleh sosok malaikat. *(huuusss)
Dan akhirnya gue duduk kembali di kursi. Gue pun menyaksikan penampilan dari temen gue yang bernomor urut 8. Haduuhhh..... Dia nervousnya lebih parah dari gue. Ketika di mengawali pidato dengan pembukaan yang seperti ini, “ Assalamu’alaikum Wr. Wb. “ . Dia langsung tidak mengeluarkan satu kata apapun. Dia blank dan hafalan nya hilang seketika itu juga. Dia bener-bener diam. Dia lupa akan semua kalimat yang akan dia ucapkan. OMG. Menurut gue, itu adalah KIAMAT. *(sorry friends)
Seketika itu juga gue sms salah satu temen sekelas gue, gue bilang, “sorry, gue gak bisa buat bangga nama kelas kita, gue juga gak tau apa yang ada difikiran gue ketika gue berpidato tadi. Padahal ketika gue latihan di rumah lancar banget. Tapi, ketika gue mulai tampil, gue blank dan nervous abiss. Sorry friends”. Setelah gue selesai berpidato. Gue keluar ruangan dan langsung menuju ke kelas gue untuk mengambil tas gue yang ketinggalan di dalam. Setelah itu gue langsung menuju ke stand dan temen gue membalas sms gue secara langsung dengan berkata, “ gak papa ning, lagi pula kamu udah usaha. Tapi peserta yang lainnya apa juga nervous seperti kamu?”. Gue jawab, “Kalau peserta yang sama gilirannya dengan gue ada yang nervous. Bahkan nervousnya lebih parah dari gue. Tapi kalau peserta yang lainnya gue kagak tau.” Temen gue pun berkata, “ oke, ga papa ning. Lagi pula lo kan baru pertama kali ikutan speech contest. Tetap semangat.”
Ketika itu, hati gue yang berasa kayak hujan badai, langsung agak mereda, karena temen gue yang masih memberi dukungan buat gue.
Oke friends. Sampai disini dulu ya cerita gue tentang pengalaman saat mengikuti speech contest. Sorry kalau lo yang baca kagak suka sama bahasa gue yang terlalu alay dan fullgar. Disini gue Cuma ingin meluangkan perasaan yang ada di hati gue. Dibanding gue harus memendam perasaan di dalam hati gue sampai menumpuk seperti gunung es di kutub utara. Lebih baik gue luangkan isi dari hati gue ke blog ini.
Oke, thanks for your attention.
And the last I say,... see you bye-bye...... :D
Nantikan cerita-cerita gue berikutnya yahhh :D
Langganan:
Postingan (Atom)